
(kira-kira ini wajah stress yang perlu berlibur)
Banyak orang yang ragu-ragu untuk travelling, banyak sekali alasan yang sering didengar. Entah karena faktor waktu atau finansial, malahan saya pernah mendengar alasan yang buat saya mengerenyitkan dahi, ” saya pingin ke tempat kamu pergi tapi dananya belum cukup, jadi ntar aja deh kayaknya saya nabung dulu.”, masalahnya banyak orang pada akhirnya tidak pernah mendapatkan cukup uang untuk diinvestasikan dalam liburan mereka. Sampai waktu yang lama mereka tidak bisa refreshing karena terpaku hanya pada satu destinasi dan menabung dan pada akhirnya mereka stress karena uangnya tidak kunjung terkumpul dan stress oleh pekerjaan mereka. Ada sebuah penelitian yang mengatakan bahwa idealnya seseorang dapat mepergian 1-2 x dalam setahun, kemanapun!!! Karena berlibur bukanlah masalah destinasi, berlibur secara harafiah adalah ketika kita menarik diri dari rutinitas kita dan membiarkan level stress dan tekanan kita berkurang secara teratur. Hal ini yang sebenarnya merupakan investasi kita terhadap kesehatan mental dan produktivitas kerja kita. Bisa dibayangkan sebuah gelas kosong yang diisi air sedikit demi sedikit sampai penuh, gelas itu perlu waktu untuk menghentikan aliran air yang masuk, membiarkan air didalamnya untuk diminum sampai kosong dan diisi kembali. Karena tanpa waktu pengosongan tersebut, gelas tersebut tidak akan berfungsi sebagai alat bantu minum, tetapi hanya sebagai wadah air saja. Fungsi gelas tersebut tidak akan maksimal. Buat saya berlibur adalah sebuah investasi untuk kesehatan mental dan produktivitas saya.
How I Manage My Investment ?
Anggaplah saya seseorang yang sangat beruntung . Menikah di usia 29 tahun tanpa perlu berhutang ( kecuali hutang budi), satu tahun kemudian memiliki rumah sendiri yang pada akhirnya kami bayar tanpa bunga, dan kami memiliki kendaraan yang didapatkan dengan cara menyicil dimana motor saya sudah lunas ketika saya menulis ini. Kami berdua bekerja dan kami berdua suka menabung, bahkan sejak kami berpacaran. Harus diakui ada satu periode dalam hidup saya dimana saya tidak bepergian terlalu banyak karena menabung untuk pernikahan dll. Anggaplah pernikahan merupakan titik aman untuk memplaning kehidupan kita selanjutnya. Karena by the time ketika target-target tercapai, kita perlu merenggangkan otot-otot yang kita pakai untuk mengejar target-target tersebut. Maka sayapun belajar untuk mengatur keuangan saya dan istri saya. Anggap saja penghasilan saya x dan penghasilan istri saya y ( setelah dipotong cicilan rumah yang merupakan fasilitas pinjaman dari kantornya).
X memiliki komposisi :
- 18,4 % merupakan simpanan Rumah Tangga
- 18,4% cicilan kendaraan
- 14,2% investasi berlibur
- 50% Pengeluaran Rumah Tangga
Y memiliki komposisi :
- 20% investasi dalam bentuk asuransi
- 40 % konsumsi
- 40 % tabungan
Kuncinya adalah memiliki post investasi berlibur yang dengan sengaja telah dianggarkan. Dana ini kemudian ditambah dengan adanya dana THR yang memang sengaja kami investasikan untuk berlibur. Dengan pengaturan tersebut kami bisa dengan rutin berlibur dan memiliki simpanan untuk keluarga kami kelak. Intinya adalah anggarkan!! tanpa anggaran keadaan tidak akan lebih baik.

(walaupun saya mendapatkan kamar hotel ini secara gratis, post tabungan yang baik akan membuat saya dapat menginap kembali setelah impresi yang baik)
Anggaran Saya Untuk Berlibur
Dengan perhitungan diatas saya akan memiliki total investasi sebesar (12 x 14,2%X)+X untuk berlibur dalam 1 tahun. Uang tersebut tentunya tidak boleh digunakan untuk 1x berlibur saja, karena sejatinya saya rutin berlibur 2x dalam setahun. Berarti saya memiliki modal berlibur sebesar (12 x 14,2%X)+X / 2 untuk sekali berlibur. Modal ini termasuk trasnportasi, akomodasi, oleh-oleh dan uang jajan selama berlibur. Apabila masih ada sisa anggaplah merupakan tambahan investasi saya untuk liburan selanjutnya.
Budgeting
Setelah mengetahui modal awal untuk berlibur, kita dapat melakukan research untuk budgeting post-post yang akan dikeluarkan selama berlibur. Dengan mengetahui budget kita sudah halfway to vacation. Kita sudah tau kekuatan yang kita miliki, kita hanya tinggal posting ke post-post yang akan menjadi keperluan selama berlibur. budget awal menentukan akomodasi,transportasi, dan cara main seperti apa yang akan kita ‘mainkan’ selama berlibur. Dengan perencanaan yang baik kejadian-kejadian overbudget dapat kita minimalisir, jangan sampai kita jatuh misqueen hanya karena berlibur. Budgeting seringkali dianggap sepele oleh sebagian orang, tetapi yang sepele inilah yang menentukan jadi apa liburan kita.

(ketika leyeh-leyeh di pantai menjadi suatu opsi yang tidak menghabiskan uang banyak untuk dikeluarkan)
Itinerary
Ini adalah hal terbaik yang saya tunggu selama mempersiapkan liburan. Istri saya sering terheran-heran dengan kebiasaan saya mempersiapkan itinerary dari jauh-jauh hari. Menurut dia saya ribet. Tapi buat saya itinerary save me a lot in a vacation. Dengan itinerary yang detail kita akan dengan jelas tujuan kita, area tujuan kita, waktu tempuh dari satu tempat ke tempat lainnya, dan cost yang akan dikeluarkan. Ketika semua sudah terencana dengan baik, tidak akan ada dialog lama seperti, ” setelah ini kita mau kemana lagi ya?” atau jawaban-jawaban klise seperti ,”terserah”. Satu kata sejuta makna yang bisa membuat kita membuang waktu yang berharga untuk menjawabnya.
Tips saya :
- Investasikan dana kita untuk berlibur
- Mengetahui anggaran yang dapat kita sediakan untuk berlibur
- Lakukan budgeting
- Membuat Itinerary dan Research
Ada orang yang bisa pergi ke Bali setiap tahun, ada yang bisa pergi ke luar negeri setiap tahun, ada yang hanya bisa pergi ke Puncak. Yang terpenting adalah mengetahui bahwa berlibur bisa menjadi investasi kita untuk kesehatan mental dan produktivitas kita. Go Wherever You Can Go!!
