Rejeki Anak Soleh… 2 Malam di Padma Legian

Saya percaya rejeki sudah ada yang mengatur. Ada orang yang kerja keras pagi sampai malam tetapi tidak kunjung kaya, ada juga orang yang kelihatannya santa, tapi ternyata punya ini-itu. Ada orang yang sering menang undian, kontes ,dsb. Ada juga orang yang saking ga pernah menangnya jadi malas ikutan kontes-kontes begituan. Dan saya termasuk yang malas ikutan kontes , karena ga pernah menang. Ke-gakpernahmenang-an saya itu kayaknya udah mutlak dan mantap. Sebanyak apapun saya memasukkan kupon undian, i’m failed. Sebagus apapun karya yang saya buat, still failed. Until that historical moment. Sembah sujud buat Padma Hotels yang mengadakan #Padmafestivity (please follow instagram : Padma Bandung, Padma Legian, Padma Ubud buat menunggu kontesnya ya), mereka hanya meminta saya untuk mengirimkan foto untuk diikutsertakan lomba dengan caption menarik, dan pada tanggal pengumuman pemenang saya ditetapkan sebagai pemenang dan berhak mendapatkan gratis menginap 2 malam di Padma Legian.

Sembah sujud kepada Gusti Nu Agung

(Historical photo…break the myth)

I break the myth, never win anything in my life. Seneng bukan hanya mematahkan rekor gak pernah memenangkan apapun, tapi juga gratis pergi ke Bali (menginap setidaknya) siapa yang gak mau?

Membuat liburan kali ini makin kece, saya sengaja terbang dengan maskapai premium alih-alih budget flight seperti biasanya. Kan hotelnya uda gratis, gapapa dong penerbangannya mahalan dikit. Alasan lainnya karena Garuda Indonesia merupakan penyedia penerbangan paling pagi dari Bandung ke Denpasar, i dont wanna waste my time. Check in,boarding,takeoff,landing,bagage claim, check out, mobil rental sudah menunggu, petualangan dimulai.

(Cantik sihhh cuman ya gitu deh…sea circus tachos)

Saya dan istri berkomitment mencoba hal-hal baru di Bali saat liburan ini, di mulai dari makan bubur Laota yang terkenal di dunia kuliner Bali. Mencoba makan cantik di Sea Circus yang menurut saya ,ehm,ga worthed. Sampai makan siang ringan di Nasi Babi Guling Pak Malen, semua itu dilakukan demi menunggu waktu check in Hotel. Super excited. Moment of truth, jam 2 siang tiba, dan sebuah pengetahuan baru akhirnya saya ketahui.

( Walau sudah tua ,masih cantik kan)

Padma berasal dari nama jalan di Legian, dan kebetulan Hotel Padma ada di jalan tersebut. Nama Padma lebih dahulu berasal dari nama jalan dimana hotel itu berada ternyata. Padma Legian adalah Hotel Padma tertua yang ada di Indonesia. Terlihat dari bangunan yang sudah cukup tua, namun malah menimbulkan kesan klasik yang istimewa. Ketika kami turun dari mobil, kami langsung disambut oleh bellboy yang ramah, yang langsung mengarahkan kami ke area lobby untuk kemudian dilayani dengan baik oleh staff front office. Kami dilayani selayaknya tamu regular, tidak ada penurunan kualitas pelayanan walaupun memang saya tamu istimewa (baca. gratisan).

(Chill gimana gituh ya)

Tujuan utama saya jelas, nyebur kekolam renang, Padma Legian memang terkenal dengan beberapa kolam besarnya. Salah satu yang terbaik ialah infinity pool di dekat SKAI Beach Club, yang menghadap langsung ke pantai Legian. Sore itu jadi saat yang sempurna untuk berjemur, matahari bersinar dengan terang, alunan musik, minuman dingin, pemandangan indah, chill gimana gituh. Bagi mereka yang membawa anak-anak, kolam yang mengelilingi bangunan hotel bisa menjadi pilihan, karena aksesnya yang mudah untuk di amati oleh orang tua yang mungkin bisa menunggu sambil menyeruput jus di mini bar mereka.

(ICONIC pool….bagian dari pool yang mengelilingi bangunan hotel)

Kualitas kamar jangan disangsikan, kebersihan, ketersediaan fasilitas yang luar biasa, room boy yang tanggap menjadi nilai plus plus hotel ini. Standart bintang 5. Pilihan makanan juga beraneka ragam di jalan Legian ini, dari kafe-kafe kecil, warung-warung nasi, sampai makanan-makanan terkenal seperti Nasi Pedas Bu Andika cabang Legian, lebih jauh sedikit ada Nasi Babi guling bu Dayu, bisa di akses dengan mudah. Kami berdua mencoba peruntungan dengan mengunjungi HogWild by cheff Bruno di daerah batu belig sana, sedikit review tentang pork ribs nya. Masih kalah sama Naughty Nurish yang di Ubud !! Tapi ini tentang taste loh yah, beda-beda pastinya. Yang pasti malam itu saya akhiri dengan mengicip Gusto Gellato yang ajib bener. Sempurna.

(Pool yang harusnya lebih lama saya nikmati)

Liburan kali ini blunder saya adalah pergi ke WaterBom. Seharusnya saya menikmati hotel saja. Bahkan saking semangatnya mau ke WaterBom, saya mengorbankan sarapan dengan makan cepat-cepat. Padahal sarapan yang disediakan superb!!!! Semua ada. Mau makanan Western, Eastern, Lokal, semua ada. Tapi yah namanya juga blunder, semua jadi pembelajaran. Hari itu selain saya tidak berhemat karena pergi ke taman wisata air yang mahal, waktu juga jadi cepat berlalu karena capek. Pembelajaran kan? Hotel bintang 5 yang harusnya bisa dinikmati jadi kurang terasa gregetnya. Malam ke 2 berakhir dengan begitu saja.

( We never forget….thank you)

Keesokannya harusnya kami pulang, tetapi kami memutuskan untuk stay 1 malam lagi, dengan pindah hotel tentunya. Le Grande Uluwatu menjadi hunian kami selanjutnya. Terget hari itu jelas hanya Tari Kecak Uluwatu, sambil mencoba hotel yang tergolong baru ini tentunya. Secara grade tentu saja tidak dapat dibandingkan dengan hotel sebelumnya. Tetapi pengalaman baru kami dapat disini. Le Grande terdapat di bilangan komplek hunian Dream Land yang konon milik anak orang nomor 1 di Indonesia pada masa lalu. Apabila 2 hari kemarin kami diberikan view pantai Legian, kali ini kami diberikan view hamparan padang golf yang luas. Tamu juga berbeda, kalau di hotel pertama lebih bayak tamu dari barat, di hotel ini lebih banyak tamu dari timur, membuat kami tidak merasa asing.

(Best scenery…)

Well setiap liburan punya kenangan tersendiri sih…..

Bandung 22 November 2018

Stephen Hartono

Leave a comment